Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

Ruang Belajar Ilmarifat

Catatan

Blog EntryDec 15, '11 8:23 PM
for everyone

Beberapa waktu yang lalu, Ilma mendapat semacam piagam dari sekolah TK-nya. Alhamdulillah Ilma mendapat prestasi “Mampu menjaga barang miliknya”. Kalau dilihat sepintas, memang sepertinya ini adalah hal yang sepele. Namun menurut saya ini adalah hal yang besar. Bukankah hal yang besar dimulai dari hal-hal yang kecil? Selama ini kita cenderung melihat bahwa anak berprestasi adalah ketika anak-anak mempunyai prestasi dalam akademis saja, anak yang pinter adalah anak yang nilai matematikanya bagus, bla-bla-bla. Dan melupakan bahwa ada yang namanya kecerdasan majemuk. Seakan-akan kalau nilai akademis di sekolah kurang bagus, maka masa depannya menjadi suram. Astaghfirullah.... Banyak terjadi, anak-anak yang ‘pintar’ ketika di sekolah, tetapi ternyata tidak mudah untuk menyesuaikan di dunia luar karena mungkin kemampuan sosialnya kurang terasah, kecerdasan moral spriritual kurang dan sebagainya. Gayus adalah salah satu contohnya. Kecerdasan akademiknya tidak ada yang meragukan, terbukti dengan bisa masuknya dia ke sekolah ternama di Indonesia. Namun nampaknya kecerdasannya tidak dibarengi dengan kecerdasan moral spiritual sehingga bukan kebaikan yang didapatkan justru menjadi omelan banyak orang.

Kebanyakan, sekolah hanya mengukur kemampuan akademis saja, dan parahnya lingkungan rumah juga menerapkan hal demikian. Tuntutan untuk mendapatkan nilai (akademik) yang bagus kepada anak sangat besar. Orientasi pada hasil menjadi sangat tinggi. Tak heran ketika kita mendengar ada banyak kecurangan ketika ujian akhir berlangsung (disamping karena sistem yang juga perlu dibenahi). Karena tuntutan nilai akademik yang tinggi pula, sehingga anak tidak sempat bermain untuk mengembangkan kapasitas yang lain. Anak-anak menjadi terpaksa belajar, bukan belajar atas kesadaran dirinya sendiri.

Dua jempol bagi ibu guru Al Uswah dan guru-guru di sekolah lain yang telah melihat bahwasanya kecerdasan anak bukan saja kecerdasan akademis, tetapi meliputi banyak kecerdasan yang lain. Setiap prestasi patut dihargai, sekecil apapun, sehingga anak termotivasi untuk mendapatkan prestasi yang lebih baik lagi. Teringat sebuah tulisan yang cukup bisa membuka hati, “Tidak ada anak yang bodoh, yang ada adalah anak yang cerdas dalam bidang tertentu.”   

Semoga kedepan pendidikan di Indonesia semakin bagus. Anak-anak cerdas dalam segala bidang. Ya akademis ya kecerdasan yang lain^^. Sehingga Indonesia menjadi negara yang maju karena generasi mudanya adalah generasi yang cerdas, sholih, kreatif, mandiri....

Anak Indonesia.....Cerdas akalnya, baik pribadinya, kuat fisiknya.......Yes!!!!


Blog EntryJul 9, '11 3:26 AM
for everyone
Ya Allah... ijinkan saya menjadi saksi kehidupan bapak.
Ya Allah....
Bapak adalah pribadi penyayang.
Walaupun bapak tidak pernah mengungkapkan dengan kata-kata, namun dari perilaku bapak sangat menunjukkan bahwa bapak sangat menyayangi anak-anak bapak. Teringat ketika pertama kali saya terpisah, ketika memulai sekolah diluar kota, tiba-tiba saja bapak muncul di kost-an ku di hari minggu bersama ibu dan adik, hanya ingin melihat kondisiku. Di saat aku akan melahirkan, bapak ikut tidak tidur semalam. Bapak memilih ruang mushola RS untuk beristirahat dan senantiasa mendoakan agar proses kelahiran berjalan lancar. Bapaklah yang mengumandangkan adzan dan iqomah di telinga cucu Bapak di saat suami sedang tugas belajar di LN.  

Bapak pribadi penyabar
Hampir tak pernah saya melihat bapak marah-marah. Teringat, sekali saja bapak marah, itupun karena kelakuanku yang tidak benar. Aku kecil tidak mau diajak sholat dan menghalangi orang sholat. Bapak jewer telingaku, walaupun nggak keras tapi sangat terasa di hati yang akhirnya membuatku tahu kesalahanku. Mungkin karena bapak tidak pernah marah, sekali marah langsung mengena. Dengan penyabarnya bapak, sampai besar anak-anak bapak sangat enggan melakukan kesalahan, bukannya takut kepada bapak tapi lebih karena tidak ingin menyakiti bapak. 

Bapak pribadi yang taat kepada Tuhannya.
Bapak lahir dari lingkungan orang-orang yang taat beribadah dan sampai dewasapun bapak masih tetap taat dalam menjalankan syariatNya. Dibanding saya, ibadah bapak jauh lebih baik. Setiap hari selalu melewatkan hari dengan tilawah Qur'an dan sholat dhuha. Diusia yang sudah sepuhpun bapak masih rajin berpuasa sunnah. Bahkan sampai di akhir hayat, bapak dalam keadaan berniat untuk berpuasa sunnah. Setiap pagi setelah sholat dhuha, bapak menyiapkan segelas air putih untuk menemani tilwah Qur'an. Di usia yang sudah sepuh, tenggorokan bapak cepat kering ketika mengeluarkan suara. Agar bisa konsentrasi dalam tilawah, terlebih dahulu bapak menyiapkan air di dekatnya. Syukur padaMu ya Robbi. Semoga bapak dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang utama di sisiMu. 

Bapak adalah pribadi pendidik
Sebagai seorang guru, jiwa pendidik bapak sangat terasa. Semua pendidikan anak-anak tidak begitu saja diserahkan ke orang lain. Bahkan anak-anak bapak bisa membaca Al Qur'an berkat bimbingan bapak, termasuk juga beberapa anak-anak di kampung yang ikut merasakan bimbingan bapak dalam baca tulis Al Qur'an. Bapak juga tidak kenal lelah mengajak orang-orang di sekitar Bapak untuk senantiasa berbuat kebaikan. Semoga pahala-pahala bacaan AlQur'an kami dan setiap kebaikan-kebaikan yang kami lakukan, mengalir kepada bapak dan memudahkan Bapak dalam urusan yang besar di yaumil akhir.  

Bapak adalah pribadi yang demokratis.
Sebagai seorang yang sudah matang dalam kehidupan, bapak tidak begitu saja memaksakan kehendak pribadi bapak kepada anak-anak bapak. Bapak memberikan kebebasan kepada kami untuk menentukan langkah. "Kalau kamu suka, bapak akan dukung" begitu yang sering keluar dari lisan bapak. Tentu saja kebebasan yang diberikan adalah kebebasan yang bertanggung jawab. Pernah suatu ketika, saya dan bapak berdiskusi tentang persoalan agama. Saya tahu bapak tidak setuju dengan pendapat saya, tapi bapak tidak serta merta menyatakan tidak setuju. Bapak tetap menghormati pendapat saya. Maafkan saya yang terkadang merasa sok tahu, padahal sebenarnya bapaklah yang lebih tahu. Begitu juga dalam hal pilihan pasangan hidup untuk anak-anak. Sekalipun bapak tidak pernah memaksakan kehendak. Pernah suatu ketika, saudara menawarkan calon untuk saya kepada bapak, tapi dengan baik-baik bapak tolak karena bapak tahu bahwa orang tersebut tidak sesuai dengan kriteria yang saya inginkan. Bapak tidak memberitahu hal ini kepada saya karena khawatir membebani pikiran saya. Saya tahu hal ini dari ibu, itupun setelah berselang waktu yang cukup lama. Dan ketika saya menyodorkan proposal kepada Bapak dan selalu saya ingatkan bahwa yang lebih penting adalah kesholihannya, bapak langsung menyetujui. Alhamdulillah, berkat doa bapak, saya mendapatkan suami yang sholih yang menyayangi istri dan anak-anak.
Pun di saat saya lulus S1 dan S2, bapak ikhlas menerima keputusanku untuk memilih 'hanya' sebagai pendamping suami dan pendidik anak-anak. Tak sedikitpun terlihat rasa kecewa pada diri bapak. Bapak sangat yakin bahwa Allah yang mengatur rizki. Rizki bisa lewat jalan mana saja. Mungkin karena itulah, kehidupan bapak terlihat tenang.

Bapak adalah motivator yang sangat baik sekaligus penenang hati yang baik
"Bapak hanya ingin membekali kamu dengan ilmu, karena ilmu tidak akan pernah habis. Lihatlah si A, mereka mendapat kekayaan yang banyak dari orang tuanya, tapi dia tidak bisa mengelola dengan baik yang akhirnya hartanya habis sebelum lama menikmatinya" begitulah yang disampaikan bapak ketika memotivasi saya untuk giat belajar. 
Bapak sudah memberikan kesempatan belajar kepada anak-anak sampai pendidikan tinggi. Namun bapak tidak pernah menuntutku untuk membalas budi. Saya bertekat untuk tidak membebani bapak selepas sarjana, sebisa mungkin saya mencukupi kebutuhan sehari-hari, namun nampaknya belum begitu berhasil. Meskipun saya tidak meminta ke bapak, bapak selalu memberikan kebutuhan-kebutuhanku. Ketika saya malu untuk menerima, bapak mengatakan "Selama kamu belum menikah, kamu masih menjadi tanggung jawab Bapak." Dan sampai saat inipun, saya tidak pernah memberikan materi kepada Bapak. Kalaupun saya memberi, bapak pasti akan memberi lebih banyak lagi. Rasanya Bapak sudah merasa cukup melihat anak-anak hidup bahagia bersama keluarga masing-masing. Maafkanlah kami yang kurang bisa membalas budi. 

Bapak.... kami sangat menyayangi Bapak, tapi Allah lebih menyayangi Bapak. Di usia bapak yang ke-74, Allah memanggil Bapak tanpa melewati sakit di hari sebelumnya. Walaupun saya sangat sedih, apalagi tidak bisa menemani Bapak di saat-saat terakhir, tetapi saya mengikhlaskan kepergian Bapak. Semoga Bapak mendapat kemudahan menghadapi urusan-urusan yang sulit.

Ya Allah...kasihanilah kedua orang tuaku, sebagaimana beliau mengasihi kami di waktu kecil

Cheongju, 11 Juli 2011



Blog EntryJun 25, '11 3:16 AM
for everyone

Tak dapat dipungkiri bahwa kemajuan suatu negara tidak terlepas dari kemajuan bidang transportasinya. Seperti halnya Korea, sepanjang yang saya ketahui, transportasi merupakan salah satu hal yang patut untuk dicontoh. Kemudahan dan kenyamanan layanan transportasi sangat memuaskan pengguna layanannya. Dengan kenyamanan dan kemudahan pula, banyak orang yang lebih memilih transportasi publik dibanding kendaraan pribadi. Saya pernah bertemu dengan Professor suami di terminal Cheongju. Beliau berada dalam bus yang sama dengan kami sekeluarga. Ternyata, orang sekelas Profesor-pun lebih memilih menggunakan transportasi umum. Pantas saja jarang terlihat kemacetan di jalan raya.

Informasi yang detil yang diberikan baik melalui media online (internet) maupun yang terpampang di terminal/stasiun menambah kemudahan bagi penumpang. Kita tidak perlu menunggu terlalu lama di terminal karena kita bisa melihat jadwal pemberangkatan bus dari internet. Bagi yang tinggal di Cheongju, bisa melihat web terminal Cheongju di http://cjterminal.com/ . Tinggal klik tujuan kita, kemudian akan terlihat jadwal pemberangkatan bus,  jarak,  waktu tempuh beserta tarif  yang berlaku.  Satu lagi yang membuat saya kagum, jadwal selalu on time alias tidak ngaret.

Informasi diatas adalah untuk bus antar kota. Untuk bus dalam kota-pun juga tidak kalah mudahnya untuk mengakses informasi. Ketika kita ingin muter-muter di dalam kota, kita bisa memanfaatkan halaman naver.com.

Berikut petunjuk pencarian rute yang sudah dibuat suami saya^^ dgn beberapa editing. 

1. Masuk ke naver, pilih menu jido (lingkaran hitam)

2. Setelah masuk naver jido, pilih menu bba-ren-gil-caj-gi (lingkaran orange)

3. Menu pencari rute:

Masukkan data pada :

a. 출발 : tempat keberangkatan 

b. 도착 : tempat tujuan  

Bila ingin menentukan tempat keberangkatan/tempat tujuan secara langsung dengan menunjuk posisi pada map, bisa digunakan menu 출발  dan 도착 yang ada di dalam peta. Seret ke lokasi yang diinginkan. Setelah itu tentukan kendaraan yg digunakan (mobil, bus, sepeda)

Dari halaman naver, kita juga dapat melihat tempat mana saja yang akan kita lalui, sehingga kita akan lebih mudah melakukan pencarian sampai ke alamat yang kita tuju. Seperti ini....

Dari gambar kita dapat melihat, kita akan melewati GS25, dan seterusnya ikuti arah panah.

Di setiap halte terpampang informasi (berupa semacam monitor) yang berisi info bus yang melalui rute tersebut, jadwal, berapa menit lagi bus akan lewat. Kalau tidak ada fasilitas monitor, tersedia layanan sms dengan cara sebagai berikut (untuk kota Cheongju, tidak tahu untuk kota yang lain):  tekan 01333660600-kode halte-no bus. Kita akan mendapat informasi berapa menit lagi bus yang kita maksud akan datang.

Petunjuk mencari rute diatas bisa digunakan untuk semua kota di Korsel. Bagi yang tinggal di Seoul, kemudahan transportasi lebih banyak kita dapatkan. Di Seoul ada kereta bawah tanah (subway) yang akan mengantarkan kita sampai pelosok Seoul .  Untuk informasi lebih jelas, silahkan klik http://www.smrt.co.kr/english_smrt/index.jsp

Semoga informasi ini bisa kita manfaatkan untuk kebaikan. Sesungguhnya perjalanan di muka bumi ini untuk mendapatkan berbagai pelajaran yang berharga.

Katakanlah: Berjalanlah di muka bumi, kemudian perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan itu” (Al An’am : 11).

Selamat menempuh perjalanan dan semoga keberkahan akan kita dapatkan dari perjalanan-perjalanan yang kita tempuh. 



Blog EntryMay 30, '11 3:20 AM
for everyone
Ceritanya ada lomba menulis untuk muslimah Indonesia di Korea. Berhubung dunia menulis adalah hal yang sangat baru bagi saya, paling banter hanya menulis di multiply, itupun hasilnya ya begini2 aja he2. Selain itu juga benar-benar nggak ida ide mau menulis apa hiks. Jadi saya putuskan untuk tidak berpartisapasi dalam acara ini. Tapi karena dorongan mb Deasy Rosalina aka Mba Ocha sang humas PPM IMUSKA untuk berpartisipasi dalam acara ini dan juga teringat pesan bapak Isa Alamsyah dalam sebuah acara seminar, bahwasanya tulisan membuat kita abadi, akhirnya jreng...jreng...jreng...mulailah menulis apa yang ada di benakku. Pengalaman-pengalaman selama tinggal di Korea aku tulis sebisanya. Dan kukirimkan tulisan apa adanya itu ke panitia. Dan seperti dugaan awal, tulisan ini tidak menang :D, diterima sama panitia aja sudah bersyukur he2. Nah, daripada tulisan ini hilang, aku tempel aja di blog pribadi. Dibaca atau nggak, yang penting sudah nulis he2...syukur2 kalau ada yang mengambil manfaat terutama buat yang akan tinggal di Korea agar lebih menyiapkan segala sesuatunya. Mohon maaf dengan tulisan seadanya ini....

----------------------------------
Berharap Menjadi yang Dicinta

Hidup adalah perpaduan antara suka dan duka, mudah dan sulit, lapang dan sempit yang kesemuanya menyatu dalam kehidupan yang fana. Begitulah kehidupan di dunia, tidak ada yang semuanya enak dan tidak pula semuanya susah. Keduanya akan datang silih berganti seperti halnya siang dan malam. Sebagai seorang muslim, dalam keadaan apapun akan terasa nikmatnya seperti dikatakan Rasulullah dalam hadist berikut:

“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusan baik baginya dan kebaikan ini tidak dimiliki oleh selain seorang mukmin. Apabila mendapat kesenangan ia bersyukur dan itulah yang terbaik untuknya. Dan apabila mendapat musibah ia bersabar dan itulah yang terbaik untuknya.” [HR. Imam Muslim]

Begitu juga kehidupan yang saya rasakan saat ini. Tinggal di Korea dengan segala kelebihan dan kekurangan memberikan warna tersendiri dalam hidup ini. Bagi sebagian orang yang menikmati Korea dari menonton film-film Korea yang lagi booming di Indonesia, mungkin hanya merasakan begitu nikmatnya tinggal di Korea. Karena yang dilihat hanyalah yang indah-indah saja. Dan memang itulah yang diharapkan oleh sang sutradara film.  Tapi bagi yang pernah tinggal dalam waktu yang cukup lama tentu akan merasakan kehidupan yang sebenarnya. Susah dan senang, semuanya ada di sini.

Korea dengan kemajuan teknologinya tentu memberikan banyak  kemudahan bagi manusia dalam berbagai hal. Transportasi yang nyaman dan teratur sehingga bisa memperpendek waktu tempuh dari satu kota ke kota yang lain. Diakui atau tidak, transportasi adalah salah satu faktor yang mempengaruhi denyut nadi perekonomian. Korea bisa menjadi besar juga tak lepas dari rapinya di bidang transportasi. Jaringan internet yang konon katanya mempunyai kecepatan tertinggi di dunia. Download file-file besar sampai film-film yang terbaru hanya membutuhkan waktu dalam hitungan menit bahkan sampai detik. Fasilitas-fasilitas umum yang tersedia di berbagai tempat. Layanan kesehatan yang memuaskan, ditambah dengan berbagai piranti canggih untuk mendiagnosa penyakit sebagai tahapan proses penyembuhan. Dan masih banyak lagi kenyamanan-kenyamanan yang diberikan oleh negeri ini untuk penduduknya.   

Kalau kita menengok kebelakang, kondisi masyarakat Korea pada tahun 70-an hampir sama dengan kondisi Indonesia pada tahun yang sama, bahkan lebih miskin lagi. Sudah menjadi hal yang biasa bagi para halaboji dan halmoni (sebutan untuk kakek dan nenek di Korea –pen) makan hanya sekali sehari. Dan sampai sekarang cerita buruk itu masih diingat oleh generasi tua saat ini. Namun, Korea telah mampu mengejar ketertinggalannya dalam rentang waktu yang tidak terlalu panjang. Kemajuan Korea melesat meninggalkan Indonesia. Tentunya kemajuan dan kenyamanan yang mereka dapatkan saat ini tidak diperoleh dengan gratis. Mereka ‘membeli’ dengan harga yang sangat mahal yaitu dengan bekerja keras tanpa kenal lelah. Bahkan sudah menjadi idiom orang Korea bahwa hari-harinya adalah untuk bekerja, bekerja dan bekerja, sampai-sampai ada yang mengatakan bahwa tuhan orang Korea adalah ‘KERJA’. Memang pada kenyataannya, mayoritas penduduk Korea (menurut data statistik thn 2005) adalah no religion sebesar 46,5%, barulah disusul Budha (22,8%)  dan Kristen (18,3%). Islam hanya tercatat sebanyak 0,1 % dari seluruh penduduk Korea. Bagi orang Korea, agama adalah milik para orang tua saja. Korea yang hanya berfikir duniawi saja bisa bekerja secara profesioanal dan penuh kesungguhan, tentunya sebagai seorang muslim yang meyakini akan tujuan hidup yang sesungguhnya, akan lebih baik lagi dalam bekerja. Sebuah pelajaran berharga yang layak diterapkan oleh negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam seperti Indonesia.

Dimanapun kaki berpijak, disitulah kuasa Allah berada.  Sebagai seorang muslim harus menyadari bahwa dimanapun kita berada, Allah memerintahkan untuk tetap beribadah kepadaNya, menjalankan syariatNya dan menjauhi laranganNya.  Pun bagi kita yang tinggal di Korea. Kewajiban sebagai hamba tetap harus kita laksanakan dengan sebaik-baiknya. Kewajiban seorang muslim tidak hanya kepada Tuhannya saja melainkan juga meliputi hubungan dengan sesama manusia dan dengan makhluk yang lain. Muslim yang baik adalah yang memberi banyak manfaat kepada orang lain. Namun, tinggal di suatu negeri tanpa agama seperti Korea ini bukanlah tanpa masalah. Tantangan bisa muncul mulai dalam hal budaya sampai makanan. Pemahaman kita akan tantangan-tantangan dan bagaimana cara menyelesaikannya ini menjadikan kita lebih kuat dalam menghadapi berbagai hal. Sehingga kita akan menjadi orang yang dicintai Allah dan sesama karena kehadiran kita dirasakan manfaatnya. Alhamdulillah ada sisi baik dari orang Korea, mereka tidak begitu mempermasalahkan agama seseorang. Istilahnya mau apa saja terserah, asal tidak mengganggu.

Makanan menjadi salah satu hal yang patut diperhatikan di negeri ini. Tidak seperti di Indonesia yang bisa mengandalkan LP POM-MUI untuk menentukan halal tidaknya sebuah produk, di Korea nyaris pribadi masing-masing yang harus ekstra hati-hati memilih dan memilah makanan yang boleh dikonsumsi dan yang tidak boleh dikonsumsi. Bersyukur ada KMF (Korean Muslim Federation) yang sudah banyak membantu memberikan panduan produk halal. Namun tetap saja kita harus berhati-hati karena seringkali ingredient berubah secara tiba-tiba yang ternyata mengandung unsur tidak halal. Baiknya, produsen Korea termasuk jujur dalam menyampaikan isi produknya. Bahkan bisa dibilang, produk Korea (yang halal) lebih halal daripada produk Indonesia karena detailnya informasi yang ada di kemasan J. Sampai-sampai keterangan bahwa produk tersebut diolah dengan mesin yang sama dengan produk yang mengandung babi-pun tercantum dalam kemasan. Hal ini tentu sangat memudahkan seorang muslim untuk memilih makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Terlebih saat ini hampir di setiap kota terdapat toko semacam Asia Mart, Foreign Mart atau World Food  yang menyediakan berbagai produk halal dari negara-negara muslim termasuk Indonesia. Kalaupun kebetulan di kotanya tidak ada toko halal, kita bisa memanfaatkan teknologi dengan membeli secara online. Sungguh, kemudahan yang diberikan Allah kepada muslim yang mau bersungguh-sungguh.

Mie instan Korea bersertifikasi halal

Bagi keluarga yang sudah mempunyai putra, seringkali masalah makanan juga menjadi permasalahan tersendiri. Makanan yang disukai anak-anak belum tentu bisa dimakan karena terdapat bahan-bahan yang tidak halal. Di lain sisi, saya sangat bersyukur  Allah mengirimkan saya dan keluarga disini. Proses mengenalkan tentang halal dan haram bisa dimulai lebih awal. Belum tentu ini akan saya berikan kepada anak-anak semenjak kecil karena bisa dikatakan semua makanan di Indonesia adalah halal. Bersyukur lagi, anak-anak relatif mudah diberikan pemahaman, sehingga tidak merengek ketika makanan tersebut tidak halal. Mereka juga senantiasa bertanya apakah ini halal atau tidak (terutama makanan yang belum pernah dimakan sebelumnya) sebelum memakannya.  Alhamdulillah

Selain makanan, penanaman kebiasaan beribadah kepada Tuhannya juga sering menjadi kendala ketika berada di negeri ini. Maklumlah, negeri yang terkenal dengan ginsengnya ini tidak mengenal aturan agama dalam  kehidupan sehari-hari. Pemandangan orang bermabok ria menjadi hal yang biasa di setiap tempat terutama akhir pekan atau hari-hari libur yang lain. Perilaku muda-mudi yang lagi mabok asmara yang tanpa malu mempertontonkan atraksinya di muka umum juga menjadi pelajaran buruk bagi anak-anak kita. Waktu sholat yang kadang ‘mengganggu’ jadwal bermain, juga menjadi kendala tersendiri buat anak-anak. Belum lagi ketika Ramadhan, pemandangan orang-orang makan ada didepan mata, yang tentunya bisa jadi melemahkan semangat anak-anak kita -bahkan mungkin kita sendiri- untuk menjalankan syariat-Nya. Mendidiknya agar menjadi anak yang imun, begitulah nasehat ustadz dalam sebuah kajian tentang Pendidikan Anak Dalam Islam. Walaupun berada di tengah lingkungan yang tidak kondusif, anak-anak tetap bisa menjalankan agamanya dengan penuh kepahaman.

Selalu saja ada hikmah dibalik setiap segala sesuatunya. Begitu banyak hikmah yang bisa kita ambil dalam setiap syariatNya. Kenapa Allah mengharamkan khamr? Karena disitu banyak sekali kemudharatan dibanding dengan manfaatnya. Tidak ada yang menyangkal bahwa khamr mempunyai dampak buruk bagi kesehatan. Orang Korea minum soju (khamr Korea) untuk menghilangkan stress setelah aktifitas yang menguras tenaga dan pikiran. Akan tetapi mereka melupakan efek samping yang merugikan bagi kesehatannya dan bahkan bisa mengacaukan tatanan sosial kemasyarakatan. Islam adalah ajaran yang sempurna. Islam mengajarkan bagaimana mengelola diri sehingga tidak terjatuh dalam kerugian yang besar. Begitu juga dalam hal pergaulan, Allah memberikan batasan-batasan untuk menjaga diri dari hal-hal yang bisa merusak kehidupan pribadi dan masyarakat. Para orang tua Korea sudah merasa miris melihat pergaulan muda-mudi Korea saat ini yang sudah diluar batas. Orang tua Korea khawatir melihat perkembangan saat ini menjadikan Korea sudah pada akhir generasi. Sekali lagi, ini menunjukkan betapa sempurnanya Islam yang mengatur seluruh sisi kehidupan dengan sempurna. Sayangnya, orang Islam sendiri masih banyak yang belum menerapkan aturan yang sempurna ini dengan benar.

Bersyukur Allah telah mengirimkannya saya dan keluarga di negeri ini. Allah hendak memberikan pelajaran agar kami lebih banyak bersyukur akan nikmat Islam yang begitu besar. Tidak satupun syariat Allah kecuali memberikan kemanfaatan buat kita. Memang kesulitan-kesulitan sering menghampiri, namun bukankah Allah telah berjanji “Maka sesudah kesulitan ada kemudahan” yang diulang sampai dua kali dalam satu surat. Allah menyebutkan kata ‘kesulitan’ dua kali dalam makna yang sama sedangkan ‘kemudahan’ disebut dua kali pula tetapi dalam makna yang berbeda. Ini artinya dalam satu kesulitan, Allah memberikan banyak kemudahan. Subhanallah. Masihkah kita ragu untuk menjadi hamba yang dicintaiNya?

 

Cheongju, penghujung April 2011

 

  

Blog EntryMay 20, '11 2:47 AM
for everyone

Minggu, 8 Mei  2011 merupakan hari yang istimewa bagi muslim dan muslimah Indonesia di Korea. Pada hari itu, lebih dari 150 muslim dan muslimah  berkumpul di salah satu taman terbesar di kota Seoul. Acara yang bertajuk Muslim dan Muslimah Gathering (MMG 2011) ini diselenggarakan oleh Ikatan Muslim Indonesia di Korea, IMUSKA. Dalam acara ini hadir  muslim dan muslimah mulai dari ujung selatan sampai  utara Korea. Mereka berkumpul menjadi satu dengan satu tujuan, menjalin ukhuwah atas ridho Allah. Semoga Allah mencintai mereka karena mereka saling mencintai karena Allah. 

Antusias peserta sudah mulai terlihat sejak beberapa hari sebelumnya, terlihat dari banyaknya peserta yang mengisi formulir pendaftaran yang disiapkan oleh panitia. Tidak sedikit dari peserta yang datang dari luar kota.  Karena lokasi yang berjauhan dari rumah tinggalnya, maka mengharuskan mereka untuk bermalam menjelang acara. Subhanallah, saudara-saudara yang tinggal di Seoul sebagai tuan rumah acara MMG dengan senang hati menyiapkan rumahnya untuk bermalam saudara-saudara dari jauh. Mereka bukan senasab tapi keimananlah yang mempersaudarakan mereka. Persaudaraan ini mengingatkan saya dengan persaudaraan muslimin Madinah dan Makkah pada saat peristiwa hijrah. Muslimin Madinah memberikan semua yang dibutuhkan oleh muslimin Mekkah. Mereka menjadi bersaudara walapun dari nasab yang berbeda karena cintanya kepada Allah dan RasulNya. Memang terlalu jauh jika dibandingkan dengan peristiwa hijrah Rasulullah, tapi setidaknya semangat muslim dan muslimah di Korea telah menunjukkan keinginan untuk meneladani suri tauladan mereka, manusia paling mulia sepanjang zaman.

Ahad pagi, peserta mulai bergerak menuju Children Grand Park tepatnya di Totem Pole Village. Bertemu dengan mereka adalah sebuah kebahagiaan tersendiri. Keceriaan memancar dari wajah-wajah mereka. Acara yang dipandu oleh MC Andi Tirta (untuk ikhwan) dan Mutiara Admeinasthi (untuk akhwat) ini dibuka dengan taaruf (perkenalan) masing-masing peserta. Kemudian dilanjutkan dengan game, tetapi sayang hanya untuk bapak-bapak karena ibu-ibu sibuk menyiapkan makanan .  Acara kemudian dilanjutkan dengan sharing pengalaman hidup di negeri yang mana Islam adalah minoritas. Pengalaman-pengalaman ini sangat berarti untuk menguatkan keimanan khususnya selama berada di Korea. Siraman ruhiyah yang disampaikan oleh Ustadz Jos Istiyanto menambah makna acara ini. Tak lupa muslimah saling bertukar kado untuk semakin menguatkan arti persaudaraan.  Akhirnya acara ditutup dengan doa dan dilanjutkan dengan foto bersama. Suasana yang ceria didukung dengan cuaca yang cerah semakin menambah nikmat di pagi hari itu.  Satu kata yang terucap, Alhamdulillah, bersyukur kepada Allah atas nikmat berkumpul bersama saudara-saudara seiman yang mana kesempatan ini merupakan hal yang langka bagi kami di negeri ini. Semoga persaudaraan ini abadi dan bisa membawa keberkahan di bumi ginseng ini.

Yaa Allah, Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta kepada-Mu,

bertemu dalam taat kepada-Mu,

bersatu dalam da’wah kepada-Mu,

berpadu dalam membela syariat-Mu.

Yaa Allah, kokohkanlah ikatannya,

kekalkanlah cintanya,

tunjukillah jalan-jalannya.

Penuhilah hati-hati ini dengan cahaya-Mu yang tidak pernah pudar.

Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu

dan keindahan bertawakal kepada-Mu.

Hidupkanlah hati kami dengan ma’rifat kepada-Mu.

Matikanlah kami dalam keadaan syahid di jalan-Mu.

Sesungguhnya Engkaulah Sebaik-baik Pelindung dan Sebaik-baik Penolong.

Yaa Allah, kabulkanlah.

Yaa Allah, dan sampaikanlah salam sejahtera kepada junjungan kami, Muhammad SAW,

kepada para keluarganya, dan kepada para sahabatnya, limpahkanlah keselamatan untuk mereka.

Aamiin Allahumma aamiin.



Blog EntryApr 13, '11 4:19 PM
for everyone
Orang Korea menamakannya 시금치 (baca : si-geum-chi). Orang Indonesia di Korea menyebutnya bayam Korea. Dilihat dari bentuknya yang seperti kelopak tentu berbeda jauh dengan bayam Indonesia, tetapi kalau dari rasa dan tekstur, sangat mirip dengan bayam. Dari wikipedia dalam bahasa Inggris juga disebut dengan spinach. Semakin meyakinkan saya bahwa sayuran ini termasuk derivatnya bayam :)

Oleh orang Korea, 시금치 ini biasa diolah menjadi 시금치나물 yaitu bayam yang direbus sebentar dan diaduk dengan minyak wijen, bawang putih, dan kecap asin. Kalau mau masak, bisa nyontek resep disini http://www.maangchi.com/recipe/sigumchi-namul

Kalau saya, sesuai dengan namanya, maka sayur ini benar-benar saya perlakukan seperti bayam. Terkadang saya mengolahnya untuk sayur bening, pelengkap sayur urap-urap dan pecel. Makanan yang disebut terakhir menjadi makanan favorit di pagi hari karena penyajian yang sangat cepat, praktis, dan sehat . Oh ya, sayur ini sangat cepat empuk, jadi jangan terlalu lama ngerebusnya yah.... malah pahit jadinya, cukup dengan dimasukkan ke air mendidih, matikan api, tunggu sebentar, dan siap disantap.
Selamat menikmati.



Blog EntryMar 6, '11 4:42 PM
for everyone

R: Mi, siapa umi anakku nanti? Apa Ilma?.... Tapi kan Ilma adikku 

U: (diam memikirkan kira-kira jawaban apa yang pas untuk anak yg blm genap 8 tahun)

R: Ilma atau orang lain Mi?

U: orang lain

R: Siapa Mi?

U: Nanti kalau sudah saatnya, Allah akan mempertemukan kamu dengan umi anakmu

R: O...aku tahu...seperti umi ketemu abi itu ya?

U: iya

 

Teman-teman, pernahkan teman-teman mendapat pertanyaan seperti itu dari anak, keponakan atau anak2 kecil lain? Terus gmn jawabnya? Atau kalau kira2 mendapat pertanyaan spt itu, dijawab apa ya?



Blog EntryFeb 21, '11 1:00 AM
for everyone

Musim dingin tahun ini adalah musim dingin terberat selama kami berada di Korea, suhu minimum sampai di bawah -200 C. Praktis banyak aktivitas yang hanya bisa dilakukan di dalam ruangan, termasuk bermain dengan anak-anak. Berikut ini ada beberapa permainan  yang dilakukan anak-anak selama musim dingin tahun ini.

1.                Pasar-an

Seperti layaknya pasar, ada penjual dan ada pembeli. Barang-barang yang dijual bisa buku, balok/lego, atau apa saja yang ada di rumah. Uangnya bisa memakai uang beneran (koin) atau uang imajiner yaitu hanya dengan menyebut ‘ini uangnya sekian, beli barang harga sekian dan sekian, kembaliannya sekian)

2.                Tebakan dengan cerita.

Dimulai dengan mendeskripsikan sesuatu yang dimaksud, bisa benda, buah, hewan atau profesi. Pemain yang lain harus bisa menebak apa yang dimaksud si pembuat cerita.  

Contoh : Buah ini bentuknya bulat, besar, kulitnya warnanya hijau, buahnya warna merah, enak dimakan pas musim panas. Buah apa ini?

Antara yang menebak dan yang memberi  tebakan dibuat bergantian. Pemain setianya Rif’at, Ilma dan Umi. Terkadang Abi juga ikutan, tetapi sering ngaco kalau membuat tebakan 

3.                Tebakan dengan mata tertutup

Dengan mata tertutup diminta untuk menyebutkan benda yang diletakkan di tangan. Pemain akan meraba bentuk benda tersebut. Selama benda itu pernah dilihatnya, tebakannya selalu tepat.

4.                Bermain musik dapur

Kalau sudah bermain ini, semua alat dapur umi bisa keluar semua . Ada panci, tutup panci, supit, dll, semua bisa berfungsi sebagai alat musik ala anak-anak.

5.                Origami

Contoh-contoh origami bisa diambil dari http://www.origami-fun.com/origami-for-kids.html, http://www.origami-kids.com/

6.                Mancing

Jangan salah, permainan ini tidak butuh air, cukup balok, tali sepatu, supit kayu dan tali rambut untuk mata pancing. Butuh kesabaran untuk bisa berhasil mengail balok. Ilma dan Rif’at membuat perlombaan, siapa yang mengail balok terbanyak, dialah yang menang. Setelah permainan selesai, hasil pancingan Ilma tidak boleh dihitung karena dia tahu kalau hasilnya lebih sedikit dari mas-nya hihi.

 

7.                Petak umpet

Minimal ada 2 pemain. Ada yang sembunyi dan ada yang mencari.

 8.                Mencari posisi.

Dengan mata tertutup mencari posisi seseorang yang memanggil. Permainan ini bisa mengaktifkan indera pendengaran untuk mencari asal suara.

9.                Main Kartu

Sebenarnya kami tidak tahu aslinya permainan ini seperti apa. Akhirnya kita buat petunjuk permainan sendiri, ala ilmarifat . Pada kartu ada tulisan angka 500, 600,700, 800, 900, 1000. Minimal ada 2 orang pemain.

Cara bermain :

a.       Kartu diacak

b.      Masing2 pemain akan mendapat sejumlah kartu yang sama antara pemain satu dengan yang lain  dengan posisi tertutup.

c.       Secara bergantian pemain mengeluarkan kartunya dengan posisi terbuka. Kartu dengan angka tertinggi keluar sebagai pemenang sementara.

d.      Masing-masing pemain mengeluarkan kartu kedua, juga dengan posisi terbuka. Kartu dengan angka tertinggi menjadi pemenang sementara. Dan seterusnya sampai kartu yang dipegang masing-masing pemain habis. Jadi kalau  masing-masing pemain mendapat 4 kartu maka akan ada 4 kali permainan. Pemenangnya adalah jumlah menang terbanyak dalam 4 kali permainan tersebut.

Butuh strategi untuk memenangkan permainan ini agar dapat menang sebanyak-banyaknya dengan kartu yang dimiliki. Belakangan diketahui ternyata Rif’at mengetahui ciri-ciri kartu yang angkanya paling besar (1000) meski kartu dalam posisi terbalik. Jadi kalau dia mendapat bagian membagi kartu, dia berupaya dengan segala macam cara agar kartu dengan angka 1000 itu jadi miliknya. Akhirnya harus ada sedikit perubahan aturan permainan 

 

10.            Ular  tangga

Gambar ular tangga bisa didownload dari internet. Ada bermacam-macam tipe. Ada yang hanya sampai angka 28 saja dan ada yang sampai angka 100, ada yang print out dan ada yang berupa game online. Bisa disesuaikan dengan usia anak. Permainan ini bisa melatih mengurutkan angka. 

 

11.            Bermain peran

Ilma sangat suka mainan ini.  Barang apa saja bisa berfungsi sebagai adik yang dirawatnya dengan baik sekali :D


12.            Maze

Permainan mencari rute ini banyak terdapat di internet mulai dari yang very easy sampai hard. Ada yang print out dan ada juga yang online. Permainan ini bagus untuk mengasah otak.

Permainan diatas hanyalah sebagian dari permainan anak-anak yang sempat kami catat. Semoga bermanfaat dalam mengisi musim dingin bersama anak-anak. Happy winter 


Blog EntryFeb 21, '11 12:41 AM
for everyone

Sewaktu Ilma main game Dinosaurus mencari rumput, Abi mendapat inspirasi untuk menggoda Rif’at

Abi        : Rif’at, sapi makan rumput tiap hari, apa nggak bosan ya?

Rif’at     : Abi nggak bosan tah makan nasi tiap hari?

A          : nggak, kan pake lauk

R          : Abi nggak bosan tah makan nasi sama lauk tiap hari?

A          : nggak, kan lauknya ganti-ganti

Berbicara tentang bosan, hampir semua orang tentu pernah mengalaminya. Rasa bosan akan muncul jika aktivitas tersebut dilakukan secara terus menerus tanpa ada variasi. Akan tetapi rasa bosan itu akan terkikis jika kita merasakan sebuah kebutuhan yang sangat akan hal tersebut. Seperti halnya manusia yang tidak bosan dengan nasi atau sapi yang tidak akan bosan dengan rumput. Karena rumput dan nasi adalah kebutuhan pokok sapi dan manusia.  

Begitu juga dalam beribadah kepada Allah, ketika kita hanya merasakan sebuah kewajiban maka kebosanan akan segera menghampiri. Sebaliknya, kalau kita merasakan sebuah kebutuhan maka kita akan menjalankannya  dengan sepenuh hati. Allah menyediakan berbagai macam variasi dalam beribadah. Ada sholat, tilawah, silaturahim, mendatangi majelis ilmu bahkan berhibur dan tidur pun termasuk ibadah kepada-Nya,  tentunya dalam jumlah yang tidak berlebihan. Semoga tidak ada kata 'bosan' lagi dalam beribadah.  Apakah pantas kita bosan beribadah sementara kita tidak pernah bosan merasakan nikmat Allah? Bahkan tidak ada sedetikpun waktu kita yang terlewatkan dari nikmat Allah.  

Maka ni’mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS Ar Rahman)

"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah [ni’mat] kepadamu, dan jika kamu mengingkari [ni’mat-Ku], maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (QS Ibrahim : 7)

*menasehatidirisendiri*


Blog EntryFeb 9, '11 5:54 PM
for everyone

Rif’at : Mi, mulai umur berapa dicatat amal baik buruknya sama malaikat?

Umi :mulai baligh

R : umur berapa itu?

U : kira-kira umur 12 tahun

R : berarti aku belum dicatat kalau berbuat baik? Asyik…berarti juga gak dicatat salahnya

U : (sudah bisa menduga arahnya bakal ke sana)……. Kalau dari kecil sudah berbuat baik, nanti besarnya juga terbiasa baik. Anak-anak itu waktunya latihan. Misalnya puasa, kalau nggak pernah latihan puasa waktu kecil, terus tiba-tiba pas udah besar harus puasa sampai maghrib, apa kuat? Lha pas dicatat amalnya, trus begitu gmn? Lha nanti dicatat berdosa sama malaikat karena tidak puasa.

R : iya ya….


Blog EntryFeb 6, '11 7:45 PM
for everyone

Dulu Rif’at sangat sulit diajak menabung. Uang tabungannya selalu habis sebelum terkumpul. Setelah saya evaluasi, sedikit banyak saya punya andil dalam masalah ini. Alhamdulillah sekarang dia sudah rajin menabung. Ada beberapa tips yang saya lakukan. Semoga bermanfaat bagi ibu-ibu lain dalam melatih anak untuk menabung.

1.       Menetapkan tujuan/target yang jelas untuk apa menabung.

Memahamkan bahwa menabung bermanfaat untuk persiapan hari tua memang perlu. Tapi target/tujuan harus lebih diperjelas (konkrit) agar bisa lebih greget. Setidaknya ini yang saya alami bersama anak saya. Alhamdulillah dia semakin bersemangat menabung setelah dia menetapkan ingin membeli kambing  setelah tabungannya mencukupi.  Kenapa kambing? Sebelumnya memang sempat terlintas untuk memelihara kelinci tapi karena kelinci gampang mati sehingga pilihan jatuh pada kambing. Selain itu kambing lebih cepat berkembang biak. Kalau dulu dia memilih hadiah mainan untuk bacaan Al Qur’an atau capaian yang lainnya, sekarang dia memilih untuk menabung saja. “Beli mainan uangku jadi cepat habis’begitu katanya. Secara tidak langsung dia sudah belajar mengambil keputusan dan mengelola resiko.

Di saat yang lain, sewaktu melihat foto-foto haji di FB teman, dia berucap ’Mi, aku ingin naik haji umur 29 tahun." Kesempatan ini tidak kami sia-siakan untuk memotivasinya agar gemar menabung.

2.       Memberi contoh

Banyak pakar pendidikan yang meyakini bahwasanya pendidikan dengan contoh adalah cara terbaik dalam mendidik anak. Keteladanan orang tua terbukti efektif dalam mendidik anak. Begitu pula dalam hal ini. Saya bercerita bahwa sewaktu kecil juga menabung dengan menggunakan celengan unik buatan sendiri (bukan beli).

3.       Membuat aturan bersama.

Sudah menjadi keputusan bersama bahwa ada uang saku setiap harinya kalau dia belajar dan mengaji. Tanpa melakukan hal itu, haknya tidak bisa diambil. Uang saku bisa dia pergunakan apa saja, tapi biasanya dia gunakan untuk membeli makanan (camilan). Kalau saya sedang membuat camilan sendiri, dia tidak perlu mengeluarkan uang jajannya dan bisa dimasukkan ke celengannya. Atau kalau ada sisa uang jajan, dia masukkan sisanya ke celengan.

 4.       Membuat anggaran sendiri

Ada kebebasan untuk mengatur uang sendiri, baik itu uang hasil menabung maupun uang saku. Karena masih anak-anak, tentunya kebebasan bukan berarti sebebas-bebasnya. Tetap ada arahan, seperti membeli makanan yang sehat dan tentu saja halal. Alhamdulillah sampai saat ini aturan ini bisa berjalan dengan baik. Sekaligus bisa sebagai sarana belajar matematika dan mengelola keuangan. Dengan uang yang ada, akan dibelikan apa dan akan ditabung berapa. ^^

5.       Berinfaq

Lho apa hubungannya? Memang hubungannya tidak secara langsung. Bahwasanya masih banyak orang-orang yang berada di bawah kita, sehingga tidak pantas untuk menghamburkan uang begitu saja. Ada hak mereka pada harta kita. Lho nanti uang kita kan habis kalau dibuat infaq? Secara matematika dunia memang berkurang, tetapi Allah akan memberi  keberkahan pada harta kita dengan cara Allah. Misalnya, Allah memberi rizki lebih pada abi, jadi uang sakunya Rif’at lebih banyak dan semakin banyak uang yang bisa ditabung.

Masing-masing keluarga punya cara sendiri dalam mendidik putra-putrinya. Catatan diatas hanyalah apa yang ada pada keluarga kami yang tidak luput dari kesalahan. Semoga bisa diambil manfaatnya.

 


Blog EntryNov 28, '10 8:43 PM
for everyone

Cerita ini masih lanjutan dari cerita sebelumnya….masih tentang Rif’at, surga dan neraka.

“Mi, gak enak ah tinggal di surga” ungkapnya

“Kenapa?” tanya saya heran.

“Di surga gak bisa kumpul sama umi dan abi”jawabnya

“Rif’at, orang disurga akan dikumpulkan bersama keluarganya, tapi kalau baik lho ya…kalau nggak baik ya nggak bisa masuk surga”

“Oh iya tah? Lha kalau umi lebih baik terus berada di surga yang lebih tinggi terus aku kalah baik terus berada di surga lebih bawah, bisa tah minta jadi satu?””Boleh tah aku minta naik atau umi minta turun?”

Sebenarnya agak susah juga jawabnya. Tapi saya pernah membaca kalau penduduk surga membayangkan burung panggang maka Allah akan menyediakan dihadapannya langsung. Akhirnya saya jawab bahwa semua keinginan penduduk surga pasti akan dikabulkan oleh Allah. Setelah saya mencari-cari referensi, Alhamdulillah saya menemukan jawaban bahwa orang yang bertaqwa akan dimasukkan ke dalam surga secara berombongan, mereka akan bertemu saudaranya. Mereka digiring dengan bersatu padu. Masing-masing dari mereka terlibat dalam amal perbuatan dan saling bekerjasama dengan kelompoknya serta memberi kabar gembira kepada orang-orang yang hatinya kuat sebagaimana di dunia pada saat mereka bersatu dalam kebaikan. Selain itu, setiap orang dari mereka akrab dengan lainnya dan saling canda antar sesamanya.

Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya dibawa ke dalam surga berombong-rombongan [pula]. Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: "Kesejahteraan [dilimpahkan] atasmu, berbahagialah kamu! maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya". (QS Az-Zumar:73)

Selain itu di QS Shaad : 50-51 Allah menjelaskan bahwasanya pintu-pintu surga terbuka untuk para penghuninya yang mengisyaratkan bahwa penghuni surga dapat bergerak secara leluasa serta masuknya para malaikat setiap waktu kepada penghuni surga dengan membawa hadiah dan rezeki dari Allah serta apa saja yang menggembirakan penghuni surga.

[yaitu] surga ’Adn yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka. Di dalamnya mereka bertelekan [di atas dipan-dipan] sambil meminta buah-buahan yang banyak dan minuman di surga itu (QS Shaad : 50-51)

Mungkin ada pendapat yang lain?

Wallahua’lam 


Siang hari sebelum bermain bersama teman-teman, seperti biasa Rif’at mengaji 1 halaman Al Qur’an. Setelah menyelesaikan mengajinya, saya bercerita sedikit mengenai apa yang sudah dibaca Rif’at. Saya ceritakan tentang penduduk surga dan neraka. Tentang neraka yang diisi oleh syaitan dan pengikutnya dan surga yang diisi oleh orang bertaqwa seperti yang tercantum di dalam QS Al Hijr.

(42) Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka [pengikut-pengikut syaitan] semuanya.

(43) Jahannam itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu [telah ditetapkan] untuk golongan yang tertentu dari mereka.

(44) Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam surga [taman-taman] dan [di dekat] mata air-mata air [yang mengalir].

(45) [Dikatakan kepada mereka]: "Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera lagi aman[5]".

Rif’at kemudian bertanya,”Mi, apakah setan merasa kepanasan di neraka? Setan kan terbuat dari api? Kan sama2 apinya”

Beruntung saya pernah membaca postingan teman di sebuah milis tentang hal ini. Saya coba menjelaskan ke Rif’at seperti pada artikel tersebut. Saya menamparkan tangan saya ke pipi Rif’at, tentu saja dengan lembut.

“Bayangkan kalau umi tadi menampar Rif’at dengan keras” ungkap saya ke Rif’at.”Kira2 sakit nggak?”tanya saya.

”Sakit” jawab Rif’at.

“Tangan umi dari apa?Kulit kan?” tanya saya lagi

“Iya”jawabnya

“trus pipi Rif’at dari apa?”

“Kulit”jawabnya

“Kulit ketemu kulit rasanya juga sakit, begitu juga setan meskipun dari api ketika berada di neraka juga merasa sakit”.

“Iya yah”

“Rif’at mau ditampar umi lebih keras?”

“Nggak mau”

“Kenapa?”

“sakit”

Padahal sama-sama kulitnya lho yah 


Blog EntryOct 8, '10 3:33 AM
for everyone
Lagi nggak ada ide, akhirnya bongkar2 folder. Nemu tulisan lawas yg belum diupload. Biar nggak hilang, aku dokumentasikan di MP-ku aja. Kali ini tentang Ilma....
*******

Pernahkah anda melakukan kesalahan di depan anak? Bagaimana reaksi anda ketika ditegur oleh anak karena kesalahan yang mungkin dengan sengaja atau tidak sengaja kita lakukan? Apakah anda malu dan kemudian mencari alasan untuk menutupi kesalahan yang anda lakukan ataukah akan mengakui kesalahan anda? Saya mencoba menuliskan apa yang mungkin terjadi kemudian akibat suatu hal yg kita lakukan.

Pertama, jika kita malu karena bersalah di depan anak sendiri dan mencari-cari alasan yang akan membenarkan kesalahan kita. Bisa jadi kita tidak kehilangan gengsi di depan anak kita, akan tetapi anak kita akan berfikir ‘Oh seperti itu boleh ya?” Bukankah anak mudah merekam dan meniru apa-apa yang diperbuat oleh orang tuanya. Ketika orang tua melakukan kesalahan dan anak tidak diberi pemahaman kalau hal itu tidak benar, maka bukan tidak mungkin di kemudian hari anak akan melakukan hal yang sama. Bisa lebih fatal kan?

Kedua, kita mengakui kesalahan dan segera minta maaf atas kesalahan yang kita lakukan. Mungkin kita akan sedikit merasa tidak enak, tetapi dengan pemahaman bahwa manusia bisa juga khilaf dan bersegera untuk memperbaiki kesalahan kita, InsyaAllah akibat jangka panjangnya tidak seburuk ketika kita berlindung di balik kesalahan kita.

Pernah suatu ketika saya ditegur oleh anak saya, Ilma (3 th). Waktu itu saya sedang asyik didepan komputer. Dia minta disuapi makanan. Tidak sengaja saya mengambil makanan tersebut dengan tangan kiri dan menyuapkannya dengan tangan kiri pula sementara tangan kanan saya memegang mouse dan mata masih memandang monitor. Langsung dia berseloroh’Nggak mau, itu kan tangan kiri. Umi kan sholihah” Kalau saya mengatakan ‘Umi kan sedang sibuk’ bisa jadi di benaknya akan terekam bahwa kalau sedang sibuk boleh-boleh saja melakukan hal-hal yang sebenarnya tidak boleh dilakukan. Dan bisa jadi akan merembet ke perbuatan-perbuatan tidak benar yang lain di saat sibuk. Naudzubillah. Sehingga waktu itu saya memilih untuk mengakui kesalahan dan segera minta maaf. 

Di sisi lain, dia sedang minta perhatian  karena uminya asyik sendiri dengan komputer . Kalau sedang mencari perhatian, dia akan melakukan/meminta  sesuatu hal agar diperhatikan…dasar anak-anak….


Blog EntrySep 28, '10 5:15 AM
for everyone

Suatu hari Rif’at membuka topik pembicaraan. Tiba-tiba saja dia bertanya,“Mi, punya keluarga bahagia itu enak ya?”

“Ya pasti enak” jawa saya”Kamu merasa bahagia apa nggak?” lanjut saya.

“Nggak”jawabnya yang membuat saya kaget.

“Kenapa kamu nggak merasa bahagia” selidik saya.

“Lha umi nggak punya uang sih…aku minta sepeda, cuma dibelikan sepeda second’ jawabnya. Rupanya dia masih kesal dengan hilangnya sepeda kesayangannya  yang akhirnya hanya saya ganti dengan sepeda bekas.

“Juga nggak punya rumah bagus. Kalau punya rumah penuh dengan uang itu enak ” tambahnya.

“lha kalau rumahnya penuh dengan uang, kamu tidur dimana?” tanya saya

“di rumah satunya lagi” jawabnya entheng

O la la..rupanya dia mengukur kebahagiaan dengan uang.

Teringat ketika pulang liburan kemarin, dia sudah mulai memprotes ketika mendapat hadiah dari family berupa satu set  baju yang menurutnya bagus. Dia bilang ‘’Si ‘ini’ tidak mikir-mikir kalau beli2 sesuatu,  nggak seperti umi”. Tidak seperti biasanya memang, mainan kesukaan dia dapatkan setelah mengumpulkan poin demi point kebaikan. Dan juga ketika berkunjung ke rumah family yang lain, dia merasa menikmati fasilitas2 yang beliau miliki. Mobil yang bagus dan kolam renang pribadi, walaupun waktu itu tidak diisi air tetapi dia bisa membayangkan betapa enaknya berenang setiap saat. Pendeknya, apa yang menjadi keinginan selama ini ada pada keluarga tersebut.

“Umi pelit sih” lanjutnya…..astaghfirullah

“Rif’at, umi itu nggak pelit tapi hemat” sanggah saya

“Hidup itu nggak berfikir hari ini saja, tp juga masa depan. Nggak selamanya kita itu punya uang, jadi harus diatur. Kalau kita nggak mengatur uang, disaat kita membutuhkan uang dalam jumlah banyak, terus pake uang siapa?”

“Iya juga ya, kalau sudah tua belum tentu bisa mencari uang ya”  agaknya mulai sedikit mengerti, setidaknya untuk saat ini. Entah suatu saat nanti,  bisa jadi nggak ngerti lagi, tepatnya nggak mau mengerti, kalau lagi kesal…semoga nggak ya Nak.

“Kita juga harus bersyukur, masih ada orang yang tidur di kolong jembatan” tambah saya

“Oh iya tah?” ini pura2 nggak tahu, apa bener2 nggak tahu. Sudah beberapa kali cerita. Tp memang dia belum pernah melihat langsung.

“Kamu masih enak, bisa tidur nyenyak, nggak kepanasan, nggak kedinginan, musim dingin masih bisa pake heater”

“Belum tentu orang yang punya banyak uang itu merasa bahagia. Kalau orang itu punya banyak uang tapi masih mikiiir terus nyari uang lagi sampai sakit, khawatir uangnya hilang, terus kapan menikmati uangnya?”

“Lha kalau uangnya diinfaqkan kan gak papa” sanggahnya

“Kalau itu lain lagi, berarti itu orang yg bersyukur”  saya coba menanggapi

“Orang yang bersyukur, bersyukur atas apa-apa yang sudah diberikan Allah, akan ditambah nikmatnya sama Allah” tambah saya

“Oh iya tah” dia mencoba memastikan

“Iya dong, Allah kan sudah mengatakan seperti itu, ada di Al Qur’an” jawab saya

Susah juga menjadi seorang ibu. Mengelus dada rasanya ketika dia mengatakan tidak bahagia. Sedih . Dalam hati bertekat, anak ini harus sering-sering ditunjukkan orang-orang yang lebih tidak beruntung dibandingkan dirinya. Bismillah….hwaiting…..semangat^^. 


Blog EntryAug 16, '10 10:19 PM
for everyone

Mengajarkan anak berpuasa bukan perkara yang mudah, apalagi kalau si anak tergolong doyan makan. Namun juga bukan hal yang tidak mungkin. Dengan memberikan pemahaman akan kemuliaan bulan Ramadhan sebelum Ramadhan tiba akan dapat memberikan motivasi kepada anak untuk segera bertemu dengan bulan Ramadhan. Demikian yang kami lakukan kepada anak kami. Sekitar 2 bulan sebelum Ramadhan, kami sering bercerita tentang Ramadhan yang sebentar lagi akan menjelang dan memutar VCD anak tentang Ramadhan. Sehingga yang ada di benaknya bukan hanya lapar, haus dan hal-hal yang tidak mengenakkan yang lain tetapi juga balasan yang sangat besar dari Allah berupa surga yang disediakan khusus bagi orang-orang yang berpuasa. 

 

Penting juga untuk memotivasi adalah dengan memberikan reward. Rewardnya berbeda-beda tergantung capaian yang dia peroleh. Dengan reward yang berbeda sesuai capaian akan mendorongnya untuk berpuasa lebih baik. Dunia anak adalah dunia materi, begitu menurut artikel yang pernah saya baca. Anak masih agak sulit untuk membayangkan  hal-hal yang abstrak, sehingga hadiah juga dalam bentuk hal yang bisa dirasakan langsung, bukan hanya bercerita tentang kenikmatan di surga. Namun sedikit demi sedikit harus dikurangi sesuai dengan usia anak dan terus memahamkan bahwa kenikmatan di surga jauh lebih besar dibandingkan dengan hadiah yang dia dapatkan. Alhamdulillah sampai saat ini, hadiah masih sangat efektif memotivasi dia untuk melakukan kebaikan termasuk dalam hal berpuasa.

 

Tapi, namanya anak tetaplah anak yang ingin ini dan itu hatta dia sedang berpuasa. Malam menjelang Ramadhan masih sangat bersemangat sholat tarawih dan ingin segera berpuasa esok hari. Kebetulan awal Ramadhan ini kami sekeluarga di Jombang, panggilan untuk sahur berkumandang dari masjid dan mushola, membangunkan orang-orang untuk segera bersahur. Rif'at juga ikut terbangun dan bersahur bersama kami. Keesokan harinya mulailah dia berpuasa dan mulailah merasakan betapa laparnya orang yang sedang berpuasa (padahal tahun lalu juga sudah berlatih berpuasa). Mengeluh? Sudah pasti. Alhamdulillah suasana yang mendukung dapat sejenak melupakan rasa lapar. Karena Rif'at termasuk anak yang doyan makan dan upaya yang dilakukan sudah kami anggap cukup besar, maka dia kami ijinkan untuk berpuasa sampai tengah hari kemudian buka sebentar dan melanjutkan kembali sampai maghrib. 

 

Menunggu adalah pekerjaan yang membosankan, demikian juga menunggu berkumandangnya adzan maghrib, apalagi kalau tidak diisi dengan kegiatan yang menyenangkan. Agar tidak membosankan, kami ajak dia jalan-jalan, kadang ke sawah atau belanja keperluan sehari-hari atau hanya main-main saja di sekitar rumah. Kalau nggak, bisa bobol untuk segera nyicipi makanan 

 

Beberapa  hari lagi kami akan kembali ke Korea. Berpuasa di Korea bukan hal yang mudah. Dimana-mana terlihat pemandangan orang yang sedang menikmati makanannya. Begitu juga di sekolah, jatah konsumsi tetap seperti biasa...ya iyalah...kan bukan negara muslim Alhamdulillah tahun kemarin Rif'at sudah merasakan puasa di Korea.  Alhamdulillah dia juga sudah berani menyampaikan kepada songsengnim kalau dia sedang berpuasa (walaupun masih ada bolongnya)  dan menyimpan jatah susunya untuk dibawa pulang. Semoga puasa tahun ini lebih baik dari tahun kemarin. 


Blog EntryJun 21, '10 8:54 PM
for everyone

Mungkin diantara kita ada yang tidak bisa memulai hari tanpa membaca koran.  Apakah kita juga tidak bisa melewati hari kita tanpa membaca Qur’an? Kalau berita yang ada di koran bisa benar bisa salah maka berita-berita di Alqur’an sudah pasti benar adanya, karena diterbitkan langsung oleh pemilik alam semesta. Maka apakah pantas kita lebih rajin membaca koran sementara  tidak rajin membaca Qur’an?

Berikut hadist-hadist tentang keutamaan membaca Al Qur’an.

Dari kitab Riyadhus Sholihin

Dari Abu Umamah r.a., katanya: "Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Bacalah olehmu semua akan al-Quran itu, sebab al-Quran itu akan datang pada hari kiamat sebagai sesuatu yang dapat memberikan syafaat - yakni pertolongan - kepada orang-orang yang mempunyainya."
(Riwayat Muslim)

Dari an-Nawwas bin Sam'an r.a., katanya: "Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Al-Quran itu akan didatangkan pada hari kiamat nanti, demi-kian pula ahli-ahli al-Quran yaitu orang-orang yang mengamalkan al-Quran itu di dunia, didahului oleh surat al-Baqarah dan surat ali-lmran. Kedua surat ini menjadi hujah untuk keselamatan orang yang mempunyainya-yakni membaca, memikirkan dan mengamalkan.
(Riwayat Muslim)

 Dari Usman bin Affan r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Sebaik-baik engkau semua ialah orang yang mempelajari al-Quran dan mengajarkannya pula."
(Riwayat Bukhari)

 Dari Aisyah radhiallahu 'anha, katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Orang yang membaca al-Quran dan ia sudah mahir dengan bacaannya itu, maka ia adalah beserta para malaikat utusan Allah yang mulia lagi sangat berbakti, sedang orang yang membacanya al-Quran dan ia berbolak-balik dalam bacaannya-yakni tidak lancar - juga merasa kesukaran di waktu membacanya itu, maka ia dapat memperoleh dua pahala."
(Muttafaq 'alaih)

Allah telah menghargai kerajinan dan kesungguhan orang yang bersungguh-sungguh untuk dapat membaca, sehingga Allah menganugerahi pahala berlipat

“Permisalan seorang muslim yang membaca Al-Qur’an bagaikan buah jeruk, baunya wangi dan rasanya lezat, sedangkan orang mukmin yang tidak membaca al-Qur’an bagaikan buah kurma yang tidak ada baunya dan rasanya manis. Permisalan orang munafik yang membaca Al-Qur’an bagaikan kemangi yang baunya wangi rasanya pahit, sedangkan orang munafik yang tidak membaca al-Qur’an bagaikan labu yang tidak ada wanginya dan rasanya pahit.” (HR. Bukhari Muslim)

Dari Umar bin al-Khaththab r.a. bahwasanya Nabi s.a.w. bersabda:
"Sesungguhnya Allah mengangkat derajat beberapa kaum dengan adanya kitab al-Quran ini - yakni orang-orang yang beriman - serta menurunkan derajatnya kaum yang Iain-Iain dengan sebab al-Quran itu pula - yakni yang menghalang-halangi pesatnya Islam dan tersebarnya ajaran-ajaran al-Quran itu."
(Riwayat Muslim)

Dari Ibnu Umar radhiallahu 'anhuma dari Nabi s.a.w., sabdanya:
"Tidak dihalalkanlah dengki itu, melainkan terhadap dua macam orang, yaitu: Orang yang diberi kepandaian oleh Allah dalam hal al-Quran, lalu ia berdiri dengan al-Quran itu - yakni membaca sambil memikirkan dan juga mengamalkannya - di waktu malam dan waktu siang, juga seorang yang dikaruniai oleh Allah akan harta lalu ia menafkahkannya di waktu malam dan siang - untuk kebaikan."
(Muttafaq 'alaih)

Dari al-Bara' bin 'Azib r.a., katanya: "Ada seorang lelaki membaca surat al-Kahfi dan ia mempunyai seekor kuda yang diikat dengan dua utas tali, kemudian tampaklah awan menutupinya. Awan tadi mendekat dan kuda itu lari dari awan tersebut. Setelah pagi menjelma, orang itu mendatangi Nabi s.a.w. menyebutkan apa yang terjadi atas dirinya itu. Beliau s.a.w. lalu bersabda: "Itu adalah sakinah* - ketenangan yang disertai oleh malaikat - yang turun untuk mendengarkan bacaan al-Quran itu."
(Muttafaq 'alaih)

Dari Ibnu Mas'ud r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Barangsiapa yang membaca sebuah huruf dari kitabullah -yakni al-Quran, maka ia memperoleh suatu kebaikan, sedang satu kebaikan itu akan dibalas dengan sepuluh kali lipat yang seperti itu. Saya tidak mengatakan bahwa alif lam mim itu satu huruf, tetapi alif adalah satu huruf, lam satu huruf dan mim juga satu huruf."
Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan shahih.

Dari Ibnu Abbas radhiallahu 'anhuma, katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Sesungguhnya orang yang dalam hatinya tidak ada sesuatu apapun dari al-Quran - yakni tidak ada sedikitpun dari ayat-ayat al-Quran yang dihafalnya, maka ia adalah sebagai rumah yang musnah - sunyi dari perkakas."
Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan shahih.

Dari Abdullah bin 'Amr bin al-'Ash radhiallahu 'anhuma dari Nabi s.a.w., sabdanya: "Dikatakanlah - nanti ketika akan masuk syurga - kepada orang yang mempunyai al-Quran - yakni gemar membaca, mengingat-ingat kandungannya serta mengamalkan isinya: "Bacalah dan naiklah derajatmu - dalam syurga - serta tartilkanlah - yakni membaca perlahan-lahan - sebagaimana engkau mentartilkannya dulu ketika di dunia, sebab sesungguhnya tempat kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang engkau baca," maksudnya kalau membaca seluruhnya adalah tertinggi kedudukannya dan kalau tidak, tentulah di bawahnya itu menurut kadar banyak sedikitnya bacaan.
Diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud dan Termidzi dan Termidzi mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan shahih.

Dari kitab hadist lain

”Barangsiapa yang disibukkan dengan Al Qur’an dan berdzikir kepada-Ku,hingga tidak sempat meminta kepada-Ku, maka aku akan memberikan apa yang terbaik yang Aku berikan kepada orang-orang yang meminta. Dan keutamaan firman Allah atas perkataan makhluk-Nya adalah seperti keutamaan Allah atas semua makhluknya.” (Hr. Turmudzi)

 “ Terangilah rumah-rumah kalian dengan sholat dan membaca Al Qur’an”. Rumah yang didalamnya di baca Al-Qur’an akan terlihat oleh penduduk langit seperti terlihatnya bintang-bintang oleh penduduk bumi”.(Hr.Baihaqi)

Semoga hadist-hadist di atas dapat memotivasi kita untuk lebih sering berinteraksi dengan Al Qur’an.


Blog EntryJun 18, '10 3:29 AM
for everyone

Tak terasa Ramadhan sebentar lagi menyapa kita. Memasuki bulan Rajab ini sangat dianjurkan untuk banyak berdoa agar dipertemukan dengan bulan Ramadhan. Doa yang biasa dilantunkan oleh Rasulullah adalah :

Allahumma baarik lanaa fi rojab wa sya'ban, wa ballighnaa romadhan

Artinya: "Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab, juga di bulan Sya'ban ini serta sampaikanlah usia kami ke bulan Ramadhan".

Ada kenangan bagi kami saat puasa tahun lalu. Waktu itu Rif’at (6 th) memergoki saya yang sedang tidak berpuasa.  Daripada sibuk mencari alasan dan daripada dia punya persepsi yang nggak benar, akhirnya saya jelaskan aja apa adanya…. lebih tepatnya sebisanya :D. Sudah beberapa kali ngeles masih aja dikejar . Semoga bermanfaat ketika mendapat pertanyaan serupa dari anak atau keponakan. Berikut obrolannya…………….

Rif’at     : umi kok nggak puasa?

Umi        : umi sedang udzur

R             : memangnya kalau umi pas udzur gitu kenapa sih? Udzur itu kenapa?

U             : Kalau pas udzur gitu mengeluarkan darah seperti habis melahirkan. (Rif’at tahu kalau orang habis melahirkan akan mengeluarkan darah sehingga tidak sholat dan puasa)

R             : o...tahu aku, seperti ammah waktu habis melahirkan itu ya?

U             : iya

R             : lhoh tapi umi kan dah lama melahirkannya.

U             : semua wanita yang sudah dewasa mendapat udzur setiap bulan.

R             : enak ya wanita itu, bisa nggak sholat, nggak puasa.

U             : sekarang umi nggak puasa tapi kan nanti setelah Ramadhan harus mengganti. Jadi ya mestinya lebih enak kalau puasa sama2, lebih ringan

R             : iya ya lebih enak kalau bareng-bareng puasanya.

U             : Rif’at,  Allah memberikan tugas yang berbeda antara laki2 dan wanita. Wanita punya tugas melahirkan sementara laki2 nggak dan laki2 wajib mencari nafkah sementara  wanita nggak wajib. Jadi Allah itu Maha Adil

R             : Mi, kalau pas keluar darah itu sakit apa nggak sih?

U             : ada yang sakit ada yang nggak, Alhamdulillah umi nggak terlalu sakit hanya sedikit lemes aja. Mungkin itu juga hikmahnya kenapa  wanita tidak puasa ketika udzur.

Alhamdulillah setelah dia paham, nggak perlu mencar-cari alasan lagi ketika udzur puasa tapi tetap saja harus menahan dari makan dan minum di depannya . Dan yang lebih penting lagi, meskipun saya sedang berhalangan dia masih tetap berlatih berpuasa dan sholat tanpa rasa iri. Rasa iri sudah hilang tinggal rasa malasnya yang masiiih aja  Motivasi harus terus ditumbuhkan. 


Blog EntryJun 1, '10 4:12 AM
for everyone

Diambil dari : http://childrengarden.wordpress.com/2010/04/05/kurikulum-paud-berdasar-multiple-intelligence/

Kurikulum Pos PAUD Terpadu (yang disebut MNEU GENERIK) untuk anak usia 4-5 tahun yang indikatornya sudah kami pilah-pilah ke dalam 9 jenis kecerdasan..

1. KECERDASAN LINGUSITIK

  • Mendengarkan orang tua/teman berbicara
  • Dapat menjadi pembicara dan pendengar yang baik
  • Menirukan kembali 3-4 urutan kata
  • Menyebutkan kata-kata dengan suku awal kata yang sama. Misal: kaki-kaki atau suku kata akhir yang sama, misal: nama-sama, dll
  • Mendengarkan cerita dan menceritakan kembali isi cerita secara sederhana
  • Menjawab pertanyaan tentang keterangan/informasi secara sederhana
  • Bercerita menggunakan kata ganti aku, saya
  • Menunjukkan gerakan-gerakan, misalnya duduk, jongkok, berlari, makan, melompat, menangis, senang, sedih, dll
  • Menyebutkan posisi/keterangan tempat. Misalnya: di luar, di dalam, di atas, di bawah, di depan, di kiri, di kanan, dll.
  • Menyebutkan waktu (pagi, siang, malam)
  • Bercerita tentang gambar yang disediakan atau yang dibuat sendiri
  • Menceritakan isi buku walaupun tidak sama antara tulisan dan yang diungkapkan
  • Menghubungkan tulisan sederhana dengan symbol yang melambangkannya
  • Menyebutkan bentuk-bentuk benda yang baru dilihatnya
  • Menceritakan informasi tentang sesuatu yang diperoleh dari buku
  • Menceritakan kembali suatu informasi berdasarkan ingatannya
  • Mencoba dan menceritakan apa yang terjadi jika: warna dicampur, proses pertumbuhan tanaman ( biji-bijian, umbi-umbian, batang-batangan) balon ditiup lalu dilepaskan, benda-benda dimasukkan ke dalam air: apakah terapung, melayang, tenggelam, benda-benda yang dijatuhkan (gravitasi), percobaan dengan magnit, mengamati dengan kaca pembesar, mencoba dan membedakan bermacam-macam rasa, bau dan suara.

2. KECERDASAN MATEMATIKA-LOGIS

  • Mengelompokkan benda dengan berbagai cara yang diketahui anak. Misalnya: menurut warna, bentuk, ukuran, jenis, dll.
  • Menunjuk sebanyak-banyaknya benda, hewan, tanaman yang mempunyai warna, bentuk atau ukuran atau menurut cirri-ciri tertentu.
  • Mencoba dan menceritakan apa yang terjadi jika: warna dicampur, proses pertumbuhan tanaman ( biji-bijian, umbi-umbian, batang-batangan) balon ditiup lalu dilepaskan, benda-benda dimasukkan ke dalam air: apakah terapung, melayang, tenggelam, benda-benda yang dijatuhkan (gravitasi), percobaan dengan magnit, mengamati dengan kaca pembesar, mencoba dan membedakan bermacam-macam rasa, bau dan suara.
  • Membilang atau menyebut urutan bilangan minimal dari 1-10.
  • Membilang dengan menunjuk benda ( mengenal konsep bilangan dengan benda-benda sampai 5).
  • Menunjukkan urutan benda untuk bilangan sampai 5.
  • Mengenal konsep banyak-serdikit, lebih-kurang, sama-tidak sama.
  • Menghubungkan atau memasangkan lambang bilangan dengan benda-benda sampai 5 ( anak tidak disuruh menulis).
  • Menunjuk 2 kumpulan benda yang sama jumlahnya, yang tidak sama, lebih banyak dan lebih sedikit.
  • Mengelompokkan bentuk-bentuk geometri (lingkaran, segi empat, segitiga).
  • Menyebutkan kembali benda-benda yang menunjukkan bentuk-bentuk geometri.
  • Mengerjakan maze ( mencari jejak) yang sederhana.
  • Menyusun kepingan puzzle menjadi bentuk utuh (4-6 keping).
  • Memasang benda sesuai dengan pasangannya.
  • Membedakan konsep kasar-halus melalui panca indera.
  • Memecahkan masalah sederhana.
  • Menyebutkan konsep depan-belakang-tengah, atas-bawah, luar-dalam, pertana-terakhir-diantara, keluar-masuk, naik-turun, maju-mundur.
  • Membedakan konsep panjang-pendek, jauh-dekat, melalui mengukur dengan satuan tak baku (lankah, jengkal, benang atau tali, dll).
  • Membedakan konsep berat-ringan, gemuk-kurus melalui menimbang benda dengan timbangan buatan dan panca indera.
  • Membedakan konsep penuh-kosong melalui mengisi wadah dengan air, pasir biji-bijian, beras, dll.
  • Membedakan konsep tinngi ke rendah.
  • Membedakan konsep besar kecil.
  • Membedakan konsep cepat-lambat.
  • Membedakan waktu (pagi, siang, malam).
  • Menyebutkan nama-nama hari dalam satu minggu, bulan an tahun.
  • Memperkirakan urutan berikutnya setelah melihat bentuk 2 pola yang berurutan. Misalnya merah, putih, merah, putih, merah,…..

3. KECERDASAN VISUAL SPASIAL

  • Membuat berbagai macam coretan
  • Membuat gambar dan coretan (tulisan) tentang cerita mengenai gambar yang di buatnya
  • Bercerita tentang gambar yang disediakan atau yang dibuat sendiri
  • Membaca gambar yang memiliki kata/ kalimat
  • Menghubungkan tulisan sederhana dengan simbul yang melambangkannya
  • Menggambar bebas dengan berbagai media (pensil warna, krayon, arang dll) Menggambar bebas dari bentuk lingkaran dan segiempat, menggabar orang dengan lengkap dan sederhana (belum proposional) stempel/mencetak dengan berbagai media (pelepah pisang, batang pepayah, karet busa,dll.)

  • Mewarnai bentuk-bentuk geometri dengan ukuran besar
  • Mewarnai bentuk gambar sederhana
  • Mencipta 2 bentuk dari kepingan bentuk geometri
  • Mencipta bentuk lidi
  • Membatik dan jumputan sederhana
  • Bermain warna dengan berbagai media.Misalnya: Krayon,cat air,dll
  • Melukis dengan jari ( Finger Painting )

4. KECERDASAN MUSIK

  • Menyanyikan lagu-lagu keagamaan yang sederhana
  • Membuat bunyi-bunyi dengan berbagai alat
  • Menciptakan alat perkusi sederhana (misalnya membuat krincingan dari tutup botol)
  • Bertepuk tangan dengan 2 pola untuk membuat irama
  • Menggerakakkan kepala, tangan atau kaki sesuai dengan irama musik/ritmik
  • Mengekspresikan diri secara bebas sesuai irama music
  • Menyanyikan lagu secara lengkap
  • Menyanyikan beberapa lagu anak
  • Mencipta mengarang syair lagu
  • Bermain dengan berbagai alat musik perkusi sederhana
  • Mengucapkan syair dari beberapa lagu

5. KECERDASAN KINESTETIK

  • Membuat berbagai bentuk dengan menggunakan plastisin, playdough/tanah liat
  • Menjiplak dan meniru  membuat garis tegak, datar, miring, lengkung dan lingkaran
  • Meniru melipat kertas sederhana (1-6 lipatan)
  • Menjahit jelujur 10 lobang dengan tali sepatu
  • Menggunting bebas
  • Merobek bebas
  • Meronce dengan manic-manik
  • Berjalan ke berbagai  cara, isalnya: berjalan maju di atas garis lurus, berjalan di atas papa titian, berjalan ke depan dengan tumit, berjalan ke depan dengan jinjit (angkat tumit), berjalan mendur
  • Melopat ke berbagai arah dega satu atau dua kaki
  • Memanjat,bergantung, dan berayun
  • Berdiri dengan tumit, berjalan di atas stu kaki dengan seimbang
  • Berlari kemudian melompat dengan seimbang tanpa jatuh
  • Berlari dengan berbagai variasi
  • Merangkak dengan berbagai variasi
  • Melakukan gerak keseimbangan pada saatduduk dan berdiri
  • Memutar dan mengayunkan lengan
  • Menarik dan mendorog benda
  • Membungkukkan tubuh
  • Membungkukan badan
  • Melambungkan dan menangkap objek (bola besar,kantong biji, dll)
  • Menangkap dan melempar objek (bola besar,kantong biji, dll)
  • Memantulkan objek (bola besar,kantong biji, dll) diam ditempat
  • Memantulkan objek (bola besar,kantong biji, dll) sambil berjalan/ bergerak
  • Mencocok dengan pola bantuan guru

6. KECERDASAN INTERPERSONAL

  • Bersikap ramah
  • Meminta tolong dengan baik, mengucapkan salam
  • Berterima kasih jika memperoleh sesuatu
  • Berbahasa sopan dalam berbicara
  • Mau menyapa dan menjawab sapaan dengan ramah
  • Mau mengalah
  • Mau berbagi miliknya dengan misalnya makanan, mainan, dll
  • Meminjamkan miliknya dengan senang hati
  • Sabar menunggu giliran
  • Dapat atau suka menolong

7. KECERDASAN INTRAPERSONAL

  • Tidak mengganggu teman
  • Mampu mengerjakan tugas sendiri
  • Menunjukkan kebanggan terhadap hasil karjanya
  • Menggunakan barang orang lain dengan hati-hati
  • Membersihkan diri sendiri dengan bantuan, misalnya: menggosok gigi, mandi, buang air, dll
  • Membantu membersihkan lingkungannya
  • Berhenti bermain pada waktunya
  • Dapat dibujuk
  • Tidak cengeng
  • Mematuhi perintah secara sederhana
  • Dapat dibujuk agar tidak cengeng lagi dan berhenti menangis pada waktunya
  • Mengenal dengan baik jenis permainan yang dipilih sendiri dan menghindari benda-benda berbahaya
  • Mengetahui barang-barang milik sendiri dan milik orang lain
  • Mengembalikan alat permainan pada tempatnya
  • Melaksanakan tata tertib yang ada di sekolah
  • Mengikuti aturan permainan
  • Melaksanakan tugas yang diberikan guru
  • Mengenal dan menjaga barang milik sendiri
  • Dapat memasang kancing atau resleting sendiri
  • Memasang dan membuka tas sepatu
  • Mampu makan sendiri
  • Membuang sampah pada tempatnya
  • Berani pergi dan pulang sendiri
  • Mengurus dirinya sendiri dengan sedikit bantuan. Misal: makan, mandi, menyisir rambut, mencuci, menggosok/membersihkan sepatu, dan mengikat tali sepatu

8. KECERDASAN NATURAL

  • Menyiram tanaman, memberi  makan binatang
  • Membantu membersihkan lingkungannya
  • Membuang sampah pada tempatnya

9. KECERDASAN SPIRITUAL

  • Berdoa sebelum dan sesudah melaksanakan kegiatan
  • Menyanyikan lagu-lagu keagamaan
  • Menirukan gerakan ibadah secara sederhana
  • Menyebutkan waktu beribadah
  • Menyebutkan ciptaan-ciptaan Tuhan. Misal: manusia, bumi, langit, tanaman, hewan

Blog EntryMay 12, '10 12:34 AM
for everyone
Bagi yang pernah tinggal di Jawa tentu tidak asing dengan jajanan yang satu ini. Jajanan yang berbahan dasar tepung ketan ini mudah kita jumpai di pasar tradisional.Berhubung saat ini tinggal di Korea maka jajanan klepon ini tidak pernah saya jumpai lagi kecuali kalau mau membuat sendiri . Sebenarnya ada juga kue tradisional Korea yang mirip dengan klepon. Namanya tok () Bentuknya mirip klepon tetapi isinya kacang merah utuh yang sudah direbus. Namun seperti halnya kue tradisional lainnya, kue tok ini cenderung tawar, kurang gurih dan kurang manis.

Begini ini kue tradisional Korea























 






Mungkin karena makanan yang cenderung rendah gula inilah yang menyebabkan orang Korea cenderung ‘slim’ meski usianya sudah tidak terbilang muda. Dan juga karena mereka rajin berolah raga tentunya. Kalau yang ini bagus kita tiru .Kanon obesitas lebih berbahaya daripada kurang gizi. Dan kalau sudah terlanjur kelebihan gizi (terlalu berat maksudnya ), harus diimbangi dengan aktifitas yang lebih banyak diantaranya dengan olah raga yang teratur. Begitu nasehat dari Pak Dokter di milis lokal…terimakasih P Dokter  

Kembali ke laptop….eh kue klepon. Berawal dari mainan masak-memasak memakai plastisin bersama Ilma akhirnya muncul ide untuk membuat klepon. Jadilah mainan memasak beralih ke memasak betulan. Lumayan bisa mengurangi jajan anak2 :) dan juga jadi obat kangen dengan makanan Indonesia.

Yuk kita mulai buat klepon

Resep diambil dari http://resepmasakanindonesia.idcc.info/klepon.htm

Bahan yang dibutuhkan :

150 ml air (saya pakai santan biar lebih gurih)
1 sdm air daun suji pandan (pewarna hijau)
1 sdt air kapur sirih (saya nggak pakai, nggak ada )
½ sdt garam 
250 g tepung ketan yang bagus mutunya (di korea namanya 찹쌀 )
100 g gula merah, sisir 
100 g kelapa setengah tua, kupas, parut memanjang, kukus (saya pakai kelapa parut kering)

Cara membuat: 
Campur air, air suji, air kapur sirih, dan garam.
Tambahkan tepung ketan, aduk dan uleni hingga tercampur rata. 
Bentuk tiap 2 sdt adonan menjadi bola-bola.
Pipihkan, isi dengan sedikit gula merah, bulatkan kembali.
Rebus bola-bola hingga mengapung dan matang. 
Angkat dan tiriskan. 
Gulingkan dalam kelapa parut hingga terbalut rata. 
Sajikan.

Seperti biasa.... karena tidak ada timbangan maka untuk ukuran memakai alat ukur 'kirameter'...kira2 aja maksudnya hehehe. Kira2 adonan sudah bisa dibentuk, langsung deh dibentuk bola-bola.

Ini hasilnya










Mudah sekali kan? Selamat mencoba. 



Pages:1234